Home / Ulumuddin / Jadi Hari Santri, ini isi Resolusi Jihad

Jadi Hari Santri, ini isi Resolusi Jihad

Jadi Hari Santri, ini isi Resolusi Jihad

resolusi jihad jadi hari santri

Resolusi Jihad mencuat tepatnya sekitar 60 tahun pada tanggal 22 Oktober 1945 yang lalu tepatnya seruan untuk melakukan perang melawan penjajah yang dideklarasikan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari.

Resolusi jihad ini kemudian mendorong terjadinya perlawan besar besaran sehingga memuncak pada tanggal 10 November 1945 atau yang kita kenal dengan Hari Pahlawan.

Soetomo atau terkenal dengan panggilan Bung Tomo, pimpinan laskar BPRI dan Radio Pemberontakan, yang sering disebut sebagai penyulut utama peristiwa 10 November diketahui memiliki hubungan yang dekat dengan kalangan Islam.

Jauh sebelum peristiwa itu, ia diketahui telah berkawan baik dengan Wahid Hasyim, tokoh muda NU yang penting saat itu. Karena faktor Wahid Hasyim pula ia terpilih sebagai satu-satunya pemuda dari Surabaya yang menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru pada Juli 1945 yang menggantikan Hokokai peninggalan Jepang.

Di luar itu, juga umum diketahui bahwa saat itu Bung Tomo kerap bertandang ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, untuk menemui dan meminta restu Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari. Seruan “Allahu Akbar” di pembuka dan penutup orasinya yang sangat membakar melalui Radio Pemberontakan yang dipimpinnya adalah upayanya untuk merekrut kalangan pemuda Muslim di satu sisi dan bukti kedekatan hubungannya dengan kalangan Islam.

Isi Resolusi Jihad

Bismillahirrahmanirrahim
Resolusi

Rapat besar wakil-wakil daerah (Konsul-konsul) Perhimpunan Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Surabaya:Mendengar:

Bahwa di tiap-tiap daerah di seluruh Jawa-Madura ternyata betapa besarnya hasrat ummat Islam dan Alim ulama di tempatnya masing-masing untuk mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAULATAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA MERDEKA.Menimbang:

a. Bahwa untuk mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum AGAMA ISLAM, termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam

b. Bahwa di Indonesia ini warga Negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Ummat Islam.

Mengingat:

a. Bahwa oleh pihak Belanda (NICA) dan Jepang yang datang dan berada di sini telah banyak sekali dijalankan banyak kejahatan dan kekejaman yang mengganggu ketenteraman umum.

b. Bahwa semua yang dilakukan oleh semua mereka itu dengan maksud melanggar Kedaulatan Republik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali menjajah di sini, maka di beberapa tempat telah terjadi pertempuran yang mengorbankan beberapa banyak jiwa manusia.

c. Bahwa pertempuran-pertempuran itu sebagian besar telah dilakukan ummat Islam yang merasa wajib menurut hukum agamanya untuk mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanya.

d. Bahwa di dalam menghadapi sekalian kejadian-kejadian itu belum mendapat perintah dan tuntutan yang nyata dari Pemerintah Republik Indonesia yang sesuai dengan kejadian-kejadian tersebut.Memutuskan:

1. Memohon dengan sangat kepada Pemerintah Republik Indonesia supaya menentukan suatu sikap dan tindakan yang nyata serta sepadan terhadap usaha-usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia, terutama terhadap fihak Belanda dan kaki tangan.

2. Supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “sabilillah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam. 

Mengapa Harus Jadi Hari Santri ?

Baca Juga  Pengertian, Keutamaan, dan Yang Berhak Mendapat Nafkah

Tidak berlebihan jika Resolusi jihad dijadikan sebagai hari santri, sebab selain diyakini sebagai pendorong terjadinya perlawanan arek arek suroboyo pada 10 november 1945, resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratussyekh melahirkan rumusan masalahحب الوطن من  الإيمان cinta tanah air sebagian dari iman.

Dari resolusi jihad inilah mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme segenap elemen bangsa terutama dari kalangan santri.

Selamat Hari Santri !

 

 

Baca Artikel Lainnya :
comments
x

Check Also

Pengertian Dan Hukum Sogok Menyogok

Pengertian Dan Hukum Sogok Menyogok

Pengertian Sogok Menyogok Sogok menyogok atau risywah atau dalam bahasa kita “ rasuah “ adalah ...