Home / Ulumuddin / Fiqh / Musafir Menjadi Imam / Khatib Shalat Jumat

Musafir Menjadi Imam / Khatib Shalat Jumat

Musafir Menjadi Imam / Khatib Shalat Jumat

DSC_0095

Pada dasarnya tidak wajib melaksanakan shalat Jumat bagi orang yang sedang melaksanakan perjalanan (musafir) lebih dari delapan puluh kilometer. Karena Nabi Muhammad saw. ketika dalam keadaan musafir tidak melaksanakan shalat Jumat dalam perjalanannya. Dalam hal ini dapat dilihat ketika Nabi Muhammad saw. melaksanakan haji wada’ di Arafah bertepatan hari Jumat, Nabi tidak melaksanakan shalat Jumat hanya melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar dalam bentuk jama’ takdim. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini :
وَكَانَ فِى حُجَّةِ الْوَدَاعِ بِعَـرَفَةِ، فَصَلََّى الظُّهْرَ وَ الْعَصْرَ جَمْعَ تَقْدِيْمِ وَ لَمْ يُصَلِّ جُمْعَتِهِ. (فقه السنة، الجزء الثاني، ص. ٢٥٥)69

Rasulullah saw. pada haji Wada’ di Arafah pada hari Jumat, maka beliau shalat Dzuhur dan salat Ashar dengan jama’ taqdim, dan beliau tidak melaksanakan lagi shalat Jumat. (Fiqhussunnah juz II; h. 255).

Karena orang musafir diberikan rukhsah (keringanan) dari Allah swt. untuk shalat Dzuhur dijama’ taqdim dengan Ashar yang sekaligus dapat diqashar. Dan jika sekiranya ada orang musafir melaksanakan salat Jumat tetap akan mendapatkan pahala salatnya, sebab memang tidak dilarang shalat Jumat tetapi diberikan keringanan (rukhsah) tidak wajib sebagaimana jika dia muqim.
Lalu timbul masalah bagaimana jika yang berada dalam posisi musafir menjadi imam dan atau khatib orang mukim.
Dalam buku “ الإشباه و التظائر”halaman 133 disebutkan bahwa:70
التابع لا يتقدم على المتبوع
“orang yang mengikut tidak boleh mendahului orang yang diikuti”

Berkata Qadhi Husain :
أنه لو حضر الجمعة من لم يتعقد به كالمسافر، والعبد والمرأة لم يصح احرامهم بها إلا بعد احرام أربعين من أهل أكمال لأنهم تبع لهم

Baca Juga  Cara, Niat Serta Syarat Shalat Jamak dan Qashar

Sesungguhnya jika menghadiri shalat Jumat orang yang tidak terikat dengannya shalat Jumat seperti orang musafir, hamba sahaya, perempuan, maka tidak sah masuknya melaksanakan shalat Jumat kecuali setelah masuknya empatpuluh orang daripada orang memiliki kewajiban (mukim) karena mereka itu musafir mengikut kepada mereka yang memiliki kewajiban shalat Jumat.

Kalau yang musafir orang yang dianggap ulama, sehingga perlu diberi waktu untuk menjadi khatib dan atau imam dengan pertimbangan li at-atkrim (menghormati atau memuliakan). Alasan ini tidak tepat sebab ini soal ibadah bukan soal muamalah. Apalagi seperti para imam, seperti Maliki, Syafi’i, Hambali dan Imam Syiah Imamiyah Ja’fariyah sepakat sebaiknya tidak bepergian pada hari Jumat bagi orang yang wajib mengerjakan salat Jumat, sebelum selesai mengerjakan salat Jumat di tempatnya, kecuali Imam Hanafi membolehkan musafir sebagaimana dijelaskan dalam kitab “ فقه الخمسمة “ karangan محمد جواد المغنية halaman 123.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

comments
x

Check Also

Pengertian Dan Hukum Sogok Menyogok

Pengertian Dan Hukum Sogok Menyogok

Pengertian Sogok Menyogok Sogok menyogok atau risywah atau dalam bahasa kita “ rasuah “ adalah ...