Home / Ulumuddin / Fiqh / Muamalah / Pengertian, Cara, Syarat dan Hukum Waqaf

Pengertian, Cara, Syarat dan Hukum Waqaf

Pengertian, Cara, Syarat dan Hukum Waqaf

waqafWaqaf ( wakaf ) secara lughowi ( bahasa) adalah menahan, secara istilah, waqaf berarti menahan harta yang dapat dimanfaatkan untuk umum tanpa mengurangi nilai harta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hukum Waqaf

Dalam membincang tentang waqaf, paling tidak  mempertibangkan dua hal yaitu dasar hukum yang bersifat umum dan yang bersifat khusus.

Dasar umum waqaf

Pada dasarnya waqaf hukumnya sunat, merujuk pada Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 77 sebagai dasar waqaf :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٧٧)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

Dan pada surah Ali Imran juga dijelaskan :

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ (٩٢)

Artinya : Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. dan apa saja yang kamu nafkahkan Maka Sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Dasar Khusus Waqaf

Amalan waqaf dapat diambil contoh pada masa Rasulullah ketika Umar Bin Khattab mewaqafkan hartanya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA :

عن بن عمر رضى الله عنهما ان عمربن الخطاب اصاب أرضا بخيبر فاتى النبي صلى الله عليه وسلم يستأمره فيها فقال يارسول الله انى اصبت ارضا بخيرلمأصب مالا قط انفس عندى منه فما تأمره به قال ان شئت حبست اصلها وتصدقت بها قال فتصدق بها عمرانه لايباع ولا يوهب ولا يورث وتصدق بها فى الفقراء وفى القربى وفى الرقاب وفى سبيل الله وابن السبيل والضيف لا جناح على من وليها ان يآكل منها بالمعروف ويطعم غير متمول قال فحد ثت به ابن سيرين فقال غير متأثل مالا

Artinya :

Dari Ibnu Umar Ra bahwa Umar pernah mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, lalu Umar menemui Rasulullah meminta perintah beliau tentang tanah tersebut. Ia berkata : Ya Rasulullah, aku mendapatkan sebidang tanah di Khaibar, suatu harta yang belum pernah kudapat selain tanah itu, lalu apa yang hendak engkau perintahkan kepadaku ? Maka Rasulullah menjawab : jika engkau suka, tahanlah pangkalnya dan sedekahkan hasilnya !, lalu Umar mensedekahkan dengan syarat tidak boleh dijual, tidak boleh diberikan, tidak boleh diwarisi, yaitu untuk orang fakir, keluarga dekat, memerdekakan hamba sahaya, untuk jalan Allah, untuk orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan, dan menjamu tamu. Tidak berdosa seseorang untuk memakannya dengan cara yang wajar dan untuk memberi makan (kepada keluarganya) dengan syarat jangan dijadikan hak milik, dalam suatu riwayat oleh Ibnu Sirin, dengan syarat jangan dikuasai pokoknya. (HR Bukhari)

 Macam Waqaf

Waqaf terdiri dari dua macam, yaitu ahly dan khairy.

  1. Waqaf ahly adalah waqaf yang diserahkan untuk pembinaan anggota keluarga dan kerabat. Misalnya beasiswa pendidikan anggota keluarga hingga tamat.
  2. Waqaf khairy adalah waqaf yang dilakukan untuk kepentingan sosial.

Syarat dan Rukun Waqaf

  1. Orang yang mewaqafkan ( waqif )
  2. Harta yang diwaqafkan
  3. Penerima waqaf
  4. Pernyataan waqaf

Adapun harta yang dapat diwakafkan berdasarkan kesepakatan para ulama bahwa harta sah diwakafkan adalah jenis barang / benda yang tidak mengalami susut, cepat rusak baik itu berupa benda yang bergerak maupun tidak bergerak seperti waqaf Umar Bin Khattab berupa sebidang tanah di Khaibar.

Disamping itu pula tidak diperbolehkan untuk hal yang tidak boleh diperdagangkan seperti menjual babi, anjing, dan barang tanggungan (borok).

Demi terjaganya kelangsungan dan manfaat, maka pengelolaan wakaf diserahkan kepada seorang nazir. Adapun kriteria seorang nazir adalah :

  1. Berakal sehat
  2. Dewasa
  3. Amanah
  4. Memahami cara mengelola harta waqaf.
  5. Cakap

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter @ponpesalbadar

====

 

 

 

 

Pengertian, Cara, Syarat dan Hukum Waqaf Waqaf ( wakaf ) secara lughowi ( bahasa) adalah menahan, secara istilah, waqaf berarti menahan harta yang dapat dimanfaatkan untuk umum tanpa mengurangi nilai harta untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hukum Waqaf Dalam membincang tentang waqaf, paling tidak  mempertibangkan dua hal yaitu dasar hukum yang bersifat umum dan …

Review Overview

Cara Waqaf
Syarat Waqaf
Pengertian Waqaf

Summary : Penjelasan tentang seputar Waqaf ( wakaf )

User Rating: Be the first one !
100