Home / Syeikhona Prof. Dr. KH. Abd Muiz Kabry / Al-Qaulu Shadiq / Al-Qaulus Shadiq : Bentuk dan Bahagian Pengabdian Bathiniyah

Al-Qaulus Shadiq : Bentuk dan Bahagian Pengabdian Bathiniyah

Bentuk dan Bahagian Pengabdian Bathiniyah

pengabdian bathiniyah

Pengabdian bathiniyah adalah suatu bentuk pengabdian yang pengarahannya dan pelaksanaannya dilakukan oleh hati. Disinilah letaknya maka menjadi kewajiban bagi setiap orang agar  berusaha membersihkan hatinya serta menjauhkan dari semua unsur-unsur yang mungkin dapat mengotorinya, misalnya ia harus membendung kesukaan nafsunya, sebab pada dasarnya dorongan nafsu itu mengarah kepada kejahatan.

Firman Allah SWTdalam Surah Yusuf ayat 53 :

إِنَّ النَّفْسَ لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ .. (٥٣)

Artinya : Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh ke kepada kejahatan.

Barangsiapa yang dikendalikan oleh kesukaan nafsunya, akibatnya ia akan mudah terperosok dalam macam-macam kejahatan, baik dalam kekafiran, kefasikan ataupun dalam kemunafikan. Justru itulah Rasulullah SAW mewasiatkan kepada umatnya agar menekan dan memusuhi nafsu itu.

Sabda rasulullah SAW :

أَفْضَلُ اْلجِهَادِ أَنْ يُجَاهِدَ الرَّجُلُ نَفْسَهُ وَهَوَاهُ

Artinya : Jihad yang paling mulia adalah jihad manusia terhadap nafsunya dan kesukaannya.

Bahkan Tuhan menjanjikan kebahagiaan syurga bagi mereka yang dapat menundukkan nafsunya. Ini sesuai dengan firmannya dalam surat An-Naaziaat ayat 40-41yang berbunyi :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى (٤٠)فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى (٤١)

Artinya : Dan adapun orang-orang yang takut kepada Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.

Dari ayat dan hadist diatas, dapatlah diketahui bahwa betapa mulianya orang yang dapat menundukkan hawa nafsunya.Ia dengan mudah dapat menjauhi rupa-rupa bentuk kejahatan serta mewujudkan bermacam-macam kebaikan karena didorong oleh hati yang suci. Dan apabila hati sudah suci bersih maka akan baik pulalah tubuh itu.

Sabda Rasulullah SAW :

أَلَاوَإِنَّ فِى اْلجَسَدِ مُضْغَةً إِذَاصَلَحَتْ صَلَحَ اْلجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اْلجَسَدُ كُلُّهُ اَلَا وَهِيَ اْلقَلْبُ

Artinya : Ketahuilah sesungguhnya dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, jika daging itu baik maka baiklah tubuh itu keseluruhannya dan jika rusak maka rusaklah pula tubuh itu keseluruhannya, ketahuilah sesungguhnya itulah hati.

Bahagian Pengabdian Bathiniyah

Terbagi pengabdian bathiniyah itu kedalam dua bahagian:

  1. Pengabdian bathiniyah yang langsung kepada Tuhan.

Adapun pengabdian bathiniyah yang langsung kepada tuhan yang tidak bersangkut paut dengan manusia, antara lain ketaqwaan, keyakinan, daya ingatan terhadap Allah SWT.

Firman Tuhan dalam salah satu hadits Qudsi :

اَنَا مَعَكَ حَيْثُ مَا ذَكَرْتَنِى

Artinya : Saya bersama dengan mu pada saat engkau mengingatku

  1. Pengabdian bathiniyah yang kaitannya dengan Allah diantarai oleh sesuatu unsur.

Pengabdian yang dalam bentuk demikian ini adalah suatu bentuk pengabdian hati yang berkaitan dengan manusia dalam mengingat dan memahami Tuhannya. Termasuk didalamnya antara lain : kalau kita berfikir terhadap mahluk-mahluk yang diciptakan oleh Tuhan sebagai tanda kekuasaannya, keesaannya dan ilmunya serta ketidak terbatasan kemampuannya.

Namun demikian harus disadari bahwa fikiran itu tidak akan mampu  memikirkan tentang Tuhan.

Rasululah SAW bersabda.

تَفَكَّرُوا فِى اْلخَلْقِ وَلَاتَتَفَكَّرُوا فِى اْلخَالِقِ فَإِنَّهُ لَا تُحِيْطُ بِهِ اْلفِكْرَةُ

Artinya : Kamu dapat berfikir tentang mahluk tuhan, akan tetapi janganlah kamu memikirkan tentang khaliqmu karena sesungguhnya daya kemampuan fikiran tidak akan sanggup memecahkannya.

Dengan demikian fikiran itu baru dapat dipandang telah dimanfaatkan dalam pengabdian terhadap Allah SWT jikalau fikiran itu dipergunakan memikirkan tentang ala mini sebagai washilah untuk ma’rifat terhadap Allah SWT.

Firman Tuhan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 19 :

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ (١٩)

Artinya : Sesungguhnya hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.

Maksudnya orang yang dapat mempergunakan akal fikirannya terhadap alam semesta ini sebagai washilah untuk ma’rifat terhadap Allah SWT.Adalah orang-orang yang memiliki hati yang suci dan fikiran yang benar.

====

Silahkan like FB Fan Page Facebook atau follow Twitter

====

Facebook Comments
x

Check Also

Tata Cara Mengingat Kepada Allah SWT

Tata Cara Mengingat Kepada Allah SWT Menjadi tekad bagi setiap orang yang senantiasa mengingat kepada ...