Home / Syeikhona Prof. Dr. KH. Abd Muiz Kabry / Al-Qaulu Shadiq / Al-Qaulus Shadiq : Pengabdian Dzahiriyah

Al-Qaulus Shadiq : Pengabdian Dzahiriyah

Masalah Kedua Pengabdian Dzahiriyah

Sesungguhnya Tuhan menciptakan manusia itu sebaik-baiknya kejadian, memiliki struktur biologis yang serasi dalam rangka mewujudkan perintah tuhannya dan menjauhi larangannya, atau pun dipergunakan secara baik dalam bergaul dikalangan umat manusia.

Firman Tuhan dalam Surah At-Tin ayat 4 :

لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (٤)

Artinya : Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Rasullah SAW dalam salah satu hadisnya bersabda :

“كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى اْلفِطْرَةِ حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانَهُ”

Artinya : Setiap manusia yang lahir, dilahirkan dalam keadaan suci bersih, hingga lidahnya dapat berkata-kata.

Menjadi kewajiban bagi setiap manusia menghormati martabat kejadiannya, dimana kesempurnaan kejadian itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam melaksanakan perintah-perintah Tuhannya dan menjauhi larangannya.Demikian pula dipakainya bergaul secara baik terhadap sesamanya manusia agar dapat membawa kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat kelak.

Barangsiapa yang menyia-nyiakan  dalam memanfaatkan kesucian fitrah kejadiannya karena dipakainya berlaku durhaka terhadap Allah SWT. Dan bersikap ingkar dalam pergaulannya dengan sesamanya manusia, maka orang yang seperti ini termasuk kelompok orang-orang yang celaka dan hampa dari rahmat Allah SWT di dunia sampai di akhirat kelak.

Jelaslah bahwa pengabdian dalam bentuk dzahir adalah pemanfaatan unsur-unsur bahagian jasmaniyah (physik) dalam menunaikan perintah Tuhan, menjauhi larangannya.Demikian pula dipakainya bergaul secara baik terhadap sesamanya manusia dan menjauhi sikap-sikap yang tidak terpuji.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Terjemah Kitab :

اَلْقَوْلُ الصَّادِقُ فىِ مَعْرِفَةِ اْلخَالِقِ

Karya KH. Abd Rahman Ambo Dalle

Oleh : KH. Abd Muiz Kabry

Pare-Pare, 18 Jumadil  Akhir 1396 H / 17 Mei 1976 M

Facebook Comments
x

Check Also

Tata Cara Mengingat Kepada Allah SWT

Tata Cara Mengingat Kepada Allah SWT Menjadi tekad bagi setiap orang yang senantiasa mengingat kepada ...