Home / Ulumuddin / Fiqh / Contoh Cara Shalat Bagi Makmum Masbuk

Contoh Cara Shalat Bagi Makmum Masbuk

Contoh Cara Shalat Bagi Makmum Masbuk

makmum masbuk

Makmum masbuk adalah seorang makmum yang tidak menututi atau terlambat satu raka’at atau lebih  bersama imam saat sholat berjama’ah.

Yang di maksud  raka’at disini adalah ruku’, jadi jika ada seorang makmum tidak menututi ruku’ bersama imam dalam raka’at pertama sholat jam’ah maka dia di sebut makmum masbuk, itulah pendapat yang di paparkan oleh mayoritas ulama. Namun ada juga sebagian ulama yang berpendapat bahwa makmum masbuk adalah makmum yang tertinggal bacaan al fatihahnya dari imam.

Makmum masbuk memiliki ketentuan ketentuan tersendiri dalam pelaksanaan sholat jama’ah di antara sebagai berikut:

  • Apabila makmum masbuk ketika takbiratul ihram mendapati imam mau atau sedang melakukan ruku’ maka di harus membaca fatihah sedapatnya ( meskipun tidak sempurna ) dengan tanpa membaca ta’awudz dan segera melakukan rukuk bersama imam. Sebab bacaan al fatihah yang tidak sempurna tadi sudah di tanggung imam. Namun apabila menurut perkiraan jika dia membaca fatihah tapi tidak menututi rukuk bersama imam, maka dia harus langsung  ruku’ setelah melakkukan takbiratul ihram.
  • Apabila makmum masbuk ketinggalan satu raka’at atau lebih dari imam ,maka ketika dia hendak menyempurnakan sholatnya harus mengikuti ketentuan-ketentuan sholat yang berlaku dalam sholat itu ( qunut dalam raka’at kedua sholat subuh, tahiyyat awal di setiap dua raka’at selain subuh dan tahiyyat akhir di setiap akhir raka’at shalat dll)

Untuk mempermudah ,simak contoh berikut ini:

  • Apabila seorang musholli ( orang yang sholat ) tidak menututi satu raka’at dalam sholat subuh kemudan ia ingin dia menyempurnakan raka’at yang kedua,maka hendaknya ia membaca qunut lagi meskipun pada raka’at sebelumnya dia sudah membaca qunut bersama imam.
  • Apabila dia ketinggalan 2 raka’at dalam sholat maghrib, lalu dia ingin menyempurnakan 2 raka’at tersebut maka ia hendaknya membaca tahiyyat awal pada raka’at pertama ( dari raka’at yang tertinggal ) dan harus membaca tahiyytat akhir pada raka’at terakhir.

Sedikit contoh di atas bisa di jadikan persamaan dengan contoh contoh lain, sebab permasalahan dalam sholat sangatlah bervariasi, tidak hanya satu atau dua permasalahan saja, namun untuk menjawab permasalahan2 sholat yang lain bisa kita samakan dengan contoh di atas. Kurang lebihnya mohon maaf, semoga bermanfaat !!!

====

Silahkan like FB Fan Page Facebook atau follow Twitter

====

 

Facebook Comments
x

Check Also

Pengertian dan Hukum Menimbun Barang

Pengertian dan Hukum Menimbun Barang

Pengertian Menimbun Barang Menimbun barang komoditi kadang terdengar beritanya dinegara kita, apalagi jika menjelang hari ...