Home / Kumpulan Doa dan Kisah / Hadirah Al-Bahr, Laknat Pada Kampung Nelayan

Hadirah Al-Bahr, Laknat Pada Kampung Nelayan

Hadirah Al-Bahr, Laknat Pada Kampung Nelayan

hadirah al-bahr

Hadirah Al-Bahr tepatnya sebuah penamaan terhadap sebuah komunitas kampung ikan , komunitas masyarakat yang sehari-harinya tinggal disebuah pesisir pantai dan memiliki mata pencaharian dengan cara menangkap ikan. Dalam literatur masyarakat kita lebih dikenal sebagai kampung nelayan.

Hadirah Al-Bahr disinggung Allah dalam Al-Qur’anul Karim Surah Al-A’raf ayat 163

وَاسْأَلْهُمْ عَنِ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ حَاضِرَةَ الْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِي السَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لا يَسْبِتُونَ لا تَأْتِيهِمْ كَذَلِكَ نَبْلُوهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (١٦٣)

Artinya : dan Tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri[578] yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[579], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka Berlaku fasik.

Letak Georafis Hadirah Al-Bahr ( kampung Nelayan )

Para ulama tafsir berbeda pendapat mengenai posisi georafis yang tepat hadirah al-bahr, para ulama berpendapat bahwa tepatnya berada di kota Eliah yang terletak di pantai laut merah antara kota Mad-yan dan bukit Thur. Pendapat lain mengatakan bahwa kampung nelayan tersebut berada di Tiberias, dan ada juga yang mengatakan bahwa kampung itu tepatnya di Madyan. Bahkan ada yang berpendapat tepatnya di Laut Mediterania atau laut merah merujuk laut tersebut memiliki keterkaitan  yang diisyaratkan Al-Qur’an bahwa kampung itu adalah kampung ikan.

Kisah Hadirah Al-Bahr ini terkait dengan tindakan angkuh dan keengganan sebagian kaum bani Israel beribadah kepada Allah SWT dan terjadi pada masa Nabi Daud As. Allah SWT mengambil janji mereka bahwa hari sabtu dikhususkan sebagai hari beribadah mereka, sehingga haram bagi mereka melaut dan menangkap ikan pada hari tersebut. Hal ini sebagai manifestasi ujian kehambaan mereka.

Lalu Allah SWT menguji mereka dengan limpahan ikan pada hari sabtu dimana ikan bermunculan dipesisir dan mudah ditangkap, sedangkan pada hari-hari yang lain mereka tidak menemukan ikan. Situasi ini membuat mereka tidak kuasa menahan ujian Allah Rabbul Alamin.

Menghadapi ujian ini, mereka melakukan strategi dengan cara membuat kolam-kolam ikan agar membendung ikan itu pergi dan kemudian menangkapnya diluar hari sabtu. Mereka menganggap tindakan itu tetap menghormati hari sabtu, akan tetapi tindakan ini adalah upaya membodohi ketetapan Allah SWT. Allah SWT kemudian mengubah mereka menjadi kera sebagai balasan dan azab terhadap apa yang telah mereka lakukan.

Demikian sekilas kisah tentang kampung nelayan ( hadirah al-bahr ), semoga bermanfaat.

====

Silahkan like Facebook Fan Page ponpesalbadar atau follow twitter ponpesalbadar

Silahkan menyebarluaskan dengan menuliskan link sumber

====

 

Facebook Comments
x

Check Also

Raja Fir’aun Dan Bala Tentaranya Tenggelam Di Laut Merah

Raja Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa beserta pengikutnya sampai di perbatasan (pantai) laut ...