Home / Info Pesantren / Kebenaran Dari Timur Hingga Negeri Diatas Awan

Kebenaran Dari Timur Hingga Negeri Diatas Awan

Kebenaran Dari Timur Hingga Negeri Diatas Awan

KH. Abd. Muiz Kabry

Judul tulisan diatas mungkin terkesan puitis, namun sejatinya bukan untaian puitis yang menjadi pendulum, melainkan dua penggal kalimat “kebenaran dari timur” dan “Negeri diatas Awan” sebagai sebuah realitas lalu menjadi titik romansa kehadiran Pondok Pesantren Al-Badar Parepare.

Semasa awal pencanangan Pondok Pesantren Al-Badar di daerah bebukitan yang dikenal dengan nama “lapakkampi” atau wilayah penggembala ternak. Daerah lapakkampi dikenal sebagai daerah ekstrem, karena menjadi sentrum pertukaran hewan ternak curian yang beroperasi diwilayah Ajattapareng. Modus pertukaran yang dilakukan kawanan waktu itu sebagaimana yang diceritakan bahwa hewan curian yang berasal dari daerah barru diparkir disana, lalu ditinggalkan. Dan kawanan yang berasal dari kabupaten lain seperti Sidrap atau Pinrang pada waktu tertentu akan mengambil, begitu sebaliknya seperti penuturan Almarhum Pak Usman Kepala Kampung Bilalang saat itu.

Setelah mendengar bahwa akan dibangun sebuah lembaga pendidikan dan keagamaan dikampungnya. Pak Usman secara aktif sangat membantu karena juga tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat Bilalang bahwa jika kebenaran muncul dari timur, maka itulah kebenaran, ( secara georafis posisi Bilalang berada di timur Parepare )  dan sejalan dengan cerita masyarakat yang percaya bahwa suatu saat akan ada yang merubah keadaan masyarakat Bilalang saat itu ada yang masih menganut faham animisme / dinamisme.

Dengan semangat yang digerakkan oleh KH. Abd Muiz Kabry yang dibantu masyarakat Bilalang serta aparat TNI di bawah komando Komandan Korem 142 Sulatin melakukan pembukaan lahan yang memiliki kontur tanah berbatu dan gersang, yang hanya ditumbuhi belukar yang mudah tersulut saat kemarau. Lalu oleh KH Abd Muiz Kabry, lahan yang tandus ditanami beraneka tumbuhan seperti jati putih, mangga, dll. Tidak serta merta berhasil, namun “man jadda wajada” endurance untuk merubah keadaan yang dulu cadas dan gersang sekarang telah berubah menjadi subur dengan pepohonan yang rimbun.

Keadaan saat itu pula menarik bagi seorang mahasiswa arsitektur di sebuah Universitas di Jogjakarta melakukan penelitian untuk keperluan tugas akhir karena melihat bukit yang diratakan lalu dibanguni areal pendidikan yang jauh dari pusat kota. Dengan menuliskan Pondok Pesantren Al-Badar sebagai negeri diatas awan.

Begitulah sebagian sisi romansa keberadaan Pondok Pesantren Al-Badar Parepare.

 

 

Facebook Comments
x

Check Also

Munaqosyah Kitab Kuning Santri

Sebagai pesantren yang tetap berupaya memelihara tradisi keilmuan pondok pesantren terutama dibidang pengetahuan kitab kuning, ...