Home / Kumpulan Doa dan Kisah / Kisah Kesalehan Nabi Ya’qub

Kisah Kesalehan Nabi Ya’qub

KISAH KESALEHAN NABI YA’QUB

nabi ya'qub

Nabi Ya’qub adalah putra dari Nabi Ishaq putra Nabi Ibrahim a.s (sebagaimana yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an).

Dalam kehidupan Nabi Ya’qub diceritakan bahwa beliau beristrikan 4 orang perempuan, dua diantaranya saudara sekandung/ kakak beradik yaitu bernama: Laya dan Rahil. Pada saat itu belum ada Syariat Islam yang melarang tentang mengawini dua perempuan bersaudara, akan tetapi setelah turun larangan mengawini dua perempuan bersaudara (sebagaimana dalam Q.S. An-Nisa’ : 23)

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالاتُكُمْ وَبَنَاتُ الأخِ وَبَنَاتُ الأخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الأخْتَيْنِ إِلا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (٢٣)

Artinya : diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), Maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama Termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.

Maka Islam melarang mengawini dua perempuan bersaudara atau perempuan  kakak beradik dalam satu kandung. Sedangkan isteri Nabi Ya’qub yang kedua lagi bernama: Zulfah dan Balhah. Dari keempat isteri Nabi Ya’qub itu semuanya menurunkan keturunan yang berjumlah 12 anak laki-laki yang masing-masingnya bernama : Rubil, Yahuda, Syam’un, Lawi (keempat anak ini keturunan dari Laya), Yusuf a.s, Bunyamin (kedua anak ini keturunan dari Rahil), dan Yasakha, Zabulan Dana, Naftah, Kal, Asyar (keenam anak ini keturunan dari Zaifah dan Bahhih seorang dari hamba sahaya). Keturunan-keturunan itulah yang kemudian menurunkan Bani Isra’il.

Nabi Ya’qub diberikan oleh Allah SWT suatu anugerah yang sangat besar yaitu : dijadikan seorang yang shaleh, menjadi seorang pemimpin dan juga sebagai seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT mengajak kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT, memberikan peringatan dan petunjuk kepada kaumnya dengan petunjuk dari Allah SWT. Oleh karena Allah memberikan bekal kepadanya (Nabi Ya’qub) dengan memberikan ilmu-ilmu yang amat tinggi dan akhlak-akhlak yang mulia, dan juga Allah memberikan wahyu kepadanya dengan mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat.

Dalam satu riwayat menyebutkan ; bahwa ketika seorang raja yang bernama : Saljam, memasuki wilayah Nabi Ya’qub, maka tercenganlah ia, bahwa di wilayah kekuasaannya terdapat penduduk yang tidak diketahui asal-usulnya, maka ia (raja Saljam) berkata kepada Nabi Ya’qub : “Siapakah yang mengizinkan kalian bertempat tinggal di wilayahku ini ? Nabi Ya’qub menjawab : “Saya Ya’qub putra Ishaq, cucunya Ibrahim. Aku berdiam di wilayah ini dengan izin Allah SWT, dan sesungguhnya aku ini diutus oleh Allah kepada kaumku termasuk dirimu untuk menyembah kepada-Nya, serta mengakui-Nya bahwasanya tiada Tuhan selain daripada-Nya, dan dialah Tuhan yang Maha Kuasa lagi Bijaksana. Jika kamu membantah dan menentang ajakanku, maka kamu akan aku perangi. Mendengar ancaman itu, lalu raja Saljam marah dan terjadilah perang besar, yang disebut “Perang Sabil” (artinya : perang di jalan Allah SWT).

Dalam perang Sabil ini (antara keluarga Nabi Ya’qub dengan Raja Saljam), maka diantara putra-putra Ya’qub yang gagah berani bernama Syam’un, dapat menghancurkan dan merobohkan benteng-benteng raja Saljam, denga kekuatan yang luar biasa semata dari Allah SWT yaitu dengan sebuah hantaman kakinya, sehingga binasalah mereka akibat  tertimpa oleh bangunan-bangunan benteng yang tinggi dan besar, mereka mati bergelimpangan dengan cara yang mengerikan.

Setelah keluarga Nabi Ya’qub memperoleh kemenangan, maka Nabi Ya’qub berhijrah (pindah) ke Palestina, hingga menurunkan keturunan-keturunan yang disebut : “Bani Isra’il”

 ====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter @ponpesalbadar

====

Facebook Comments
x

Check Also

Raja Fir’aun Dan Bala Tentaranya Tenggelam Di Laut Merah

Raja Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa beserta pengikutnya sampai di perbatasan (pantai) laut ...