Home / Ulumuddin / Akhlaq dan Tausiah / Pengertian dan Syarat Taubat Diterima

Pengertian dan Syarat Taubat Diterima

Pengertian dan Syarat Taubat Diterima

taubat

Taubat adalah sebuah sikap yang menyesali perbuatan buruk yang pernah dilakukan lalu senantiasa berusaha menjauhi dengan cara memperbanyak berbuat baik, sehingga dipahami juga bahwa taubat merupakan salah satu bagian dari akhlaq terpuji.

Syarat Agar Taubat Diterima

Ketika berbicara mengenai taubat, kita tentunya tidak asing dengan istilah taubat nasuha atau yang lazim difahami sebagai upaya dan kehendak untuk bertaubat secara sungguh-sungguh. Dan untuk mencapai kategori tersebut, ada beberapa yang diperlukan syarat agar taubat diterima, yaitu :

1. Ikhlas ingin melakukan taubat nasuha dan tidak akan mengulangi lagi.

Banyak dalil yang menjelaskan tentang persoalan taubat, diantaranya pada Al-Qur’an Surah An-Nur 31:

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الإرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١)

Artinya : Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Dalam ayat yang lain dijelaskan  sebagaimana yang tertera dalam Q.S.At-Tahrim 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٨)

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

2. Taubat sebelum sakaratul maut dan matahari terbit dari barat

Melakukan taubat sejatinya dapat dilakukan berdasarkan hadits yang bersumber dari Rasulullah SAW :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من تا ب قبل أن تَطْلُعَ الشمس من مغربها تاب الله عليه.رواه مسلم.

Terjemahan Hadis Dari Abu Hurairah r.a:Bersabda Rasulullah saw:”Siapa yang melakukan taubat sebelum matahari terbit dari barat,maka Allah menerima tobat dan memaafkannya”.( H.R.Muslim).

3. Taubat Sebelum Maut Menjemput

Betapa Allah dengan segala Maha yang melekat pada diri-Nya masih memberi peluang terhadap orang-orang untuk bertaubat hingga hembusan nafas yang terakhir, hal ini didasarkan pada Hadits Nabi :

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:إن الله عز وجل يقْبَلُ توبةَ العبد مالم يغرغر.رواه الترمذى وقال حديث حسن.

Terjemahan Hadis Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab r.anhuma dari Nabi saw bersabda:”Sesungguhnya Allah Azza wa jalla tetap menerima taubat seseorang hambaNya selama ruh (nyawanya)belum sampai di tenggorokan( hampir mati)”.( H.R.Turmudzi).

 4. Taubat Diiringi Ketakwaan

Syahdan, pembuktian seseorang yang telah bertaubat kepada Allah, harus dibarengi dengan upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ (٢٩)

Artinya : Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan[607]. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Demikian sekilas tulisan Pengertian dan Syarat Taubat Diterima, semoga memberi manfaat.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

 

Facebook Comments
x

Check Also

zuhud

Pengertian, Macam dan Cara Mencapai Zuhud

Zuhud menurut  bahasa artinya meninggalkan, tidak menyukai, atau menjauhkan diri. Sedangkan secara istilah tidak mementingkan ...