Home / Ulumuddin / Fiqh / Syakhsiyah / Pengertian, Obyek, dan Metode Ilmu Jiwa Agama

Pengertian, Obyek, dan Metode Ilmu Jiwa Agama

Pengertian, Obyek, dan Metode Ilmu Jiwa Agama

Pengertian Ilmu Jiwa Agama

ilmu jiwa agama

Pengertian Ilmu Jiwa Agama yang diberikan oleh kalangan ilmuan yang menekuni studi bidang ilmu jiwa agama terdapat adanya variasi antara satu sama lain, sehingga belum ada pengertian yang disepakati secara utuh dan menyeluruh oleh semua pihak sampai sekarang.

Memberikan pengertian yang definitif terhadap agama, belum terdapat kesepakatan dikalangan para ahli studi keagamaan, sebagai mana yang diketengahkan oleh Lauba dalam bukunya A psychological study of religion (New York 1912), terdapat 48 definisi agama yang diberikan oleh beberapa orang ahli, belum lagi dikaitkan bidang kajian ilmu jiwa yang berlainan disiplin keilmuannya, disamping keduanya merupakan persoalan yang abstrak.

Keragaman definisi, disebabkan antara lain adanya ketidaksamaan pendapat diantara para penulis dalam mensingkronkan penggunaan kata tadi dan mengungkapkannya dalam satu definisi yang bermakna, serta dapat diterima semua pihak. Oleh sebab itu, sebagai bahan acuan dalam pembahasan, perlu ditengahkan beberapa pengertian yang ada, antara lain :

  1. Pendapat Sante de Sanctis ( 1921 )

Ilmu jiwa agama adalah suatu ilmu yang berusaha untuk memahami tindakan agamis dari seseorang dilihat dari proses jiwa.

2.               Pendapat Flournoy ( 1901 )

Ilmu jiwa agama adalah ungkapan ringkas yang menunjukkan penelitian psikologis terhadap fakta-fakta agamis pada seseorang.

3.   Pendapat Dr. Zakiah Daradjat

Ilmu jiwa agama adalah suatu ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku orang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang, karena cara berpikir,bersikap dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinannya, karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya.1

Pada dasarnya ilmu jiwa agama adalah penelitian psikologis pengaruh agama terhadap diri seseorang karena cara berpikir, bersikap dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dengan keyakinan yang dianutnya.

 Obyek Penelitian Ilmu Jiwa Agama

Sebagaimana halnya dengan cabang ilmu jiwa lainnya yang dapat diuji melalui eksperimen, maka penelitian ilmu jiwa agama menjadikan perilaku sebagai salah satu sasaran pokok penelitiannya. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya segala fungsi jiwa akan memantul dan tampak dalam perilaku seseorang. Dengan perilaku seseorang dalam kaitan dengan agama atau keyakinan yang dianutnya akan mencakup gambaran tentang perasaan agama, proses beragama, kesadaran beragama maupun penghalang beragama. Dan melalui perilaku itu pula dapat diketahui pengaruh dan dampak yang timbul dan dirasakan sebagai hasil dari keyakinan.

Kesadaran agama ( religious Consciousness ), dimaksudkan adalah aspek mental dari aktivitas agama. Atau dengan kata lain bagian agama yang terasa dalam pikiran dan dapat diuji melalui intropeksi. Sedang yang dimaksud dengan pengalaman agama ( religious Experience ), adalah unsur perasaan dalam kesadaran beragama, yaitu perasaan yang membawa kepada keyakinan yang dihasilkan oleh perbuatan atau amaliahnya.2

Penelitian terhadap faktor-faktor agamis secara psikologis, diarahkan kepada penganalisaan terhadap keadaan yang langsung dialami seseorang, dalam kaitan keyakinannya,mempelajari kehidupan beragama dari segi perkembangan dan segi ketergantungannya pada fakta internal dan eksternal, meneliti pula perasaan agamis yang selalu berubah serta mengadakan interaksi untuk diambil faktor-faktor persamaan dan perbedaan dalam pengalaman beragama.

Secara jelas, terlihat bahwa sasaran penelitian ilmu jiwa agama adalah mempelajari kesadaran agama pada seseorang dan pengaruhnya terhadap kelakuan atau tindakan orang itu dalam kehidupannya. Artinya tugas ilmu jiwa beragama pada dasarnya, hanya berusaha mengungkapkan rahasia yang terkandung dalam hati tiap-tiap orang terhadap agama.

Dengan demikian, ilmu jiwa agama sasaran penelitiannya tidak sampai pada prinsip-prinsip dasar yang menjadi ajaran atau keyakinan suatu agama. Sebab dibidang itu berada diluar jangkauan kemampuannya, karena masalah-masalah semacam itu tidak dapat dibuktikan secara empiris. Misalnya, benar salahnya ketuhanan pada agama Kristen, Hindu, Budha, Islam dan lainnya, semua penganut agama tersebut merasa keyakinan atau ajaran agamanya yang dipandang paling benar. Dan anggapan yang demikian itu, adalah suatu yang wajar mengingat agama itu menganut aspek dogmatis yang di pertahankan oleh masing-masing penganutnya.

Metode Ilmu Jiwa Agama

Penelitian ilmu jiwa agama terhadap objeknya menggunakan metode ilmiah yang empiris, dapat dalam bentuk.3

  1. Behaviorisme Teoritik, yang menganggap tingkah laku manusia sebagai proses mekanik yang ditentukan oleh prinsip yang mengatakan bahwa tingkah laku terpuji cendrung akan diulangi
  2. 2.       Teori Voluntaristik, yang mengatakan bahwa dalam pilihan manusia terdapat unsur yang tidak bersifat mekanik

Teori Psikoanalisis, yang menganggap tingkah laku manusia pada dasarnya ditentukan oleh kecendrungan untuk mempertinggi kesenangan, tidak hanya ditentukan oleh pilihan yang sadar tetapi juga oleh dorongan-dorongan dari ketidaksadaran ( bawah sadar ).

Demikian artikel Pengertian, Obyek, dan Metode Ilmu Jiwa Agama, semoga bermanfaat.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments
x

Check Also

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian Operasi Mengganti Kelamin Operasi ganti kelamin adalah suatu tindakan atau operasi merekonstruksi kembali, dimana ...