Home / Pimpinan

Pimpinan

Pondok Pesantren Al-Badar didirikan oleh Prof. Dr. KH. Abd Muiz Kabry, beliau adalah sosok seorang yang sederhana, beliau terkadang hanya ingin dipanggil H. Muiz Kabry namun memiliki sikap yang dikenal tegas. Sikap tegas ini mengalir dari darah ibunda beliau Hj. Biritta, istri dari H. Karanrang saudagar hewan ternak di sebuah kampung kecil utara kabupaten Pinrang, tepatnya Sempang Timur.

Sikap tegas ini menemukan bentuk ketika Beliau di bangku kuliah, ketika memimpin aksi Mahasiswa Jawa Timur, rela masuk bui sebagai bentuk tanggung jawab pimpinan ketika beberapa mahasiswa Jatim ditangkap  saat mengikuti aksi demonstrasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia.

Kemudian setelah menyelesaikan studi, KH. Abd Muiz Kabry yang juga Ketua Senat Mahasiswa seangkatan dengan Prof. Dr. H. Malik Fadjar dan DR. KH. Hasyim Muzadi lebih memilih pulang kampung ditengah berbagai ajakan rekan beliau agar berkiprah di Ibu Kota Jakarta,  singkatnya Beliau dipanggil membantu mengembangkan dan menata Darud Dakwah Wal Irsyad kala dipimpin Al-Mukarram KH. Abd Rahman Ambo Dalle yang semula hanya madrasah-madrasah dan pesantren kemudian ditata manajemennya dan lebih di ekspansi lagi hingga terwujud dalam satu kelembagaan organisasi Darud Dakwah Wal Irsyad.

Selanjutnya KH. Abd Muiz Kabry yang juga salah satu dari hanya beberapa orang yang diminta oleh negara menempuh pendidikan Doktoral tanpa harus melalui fase pendidikan strata 2 akhirnya mendirikan Pondok Pesantren Al-Badar Parepare pada tahun 1996 dengan dukungan Pangdam VII Wirabuana dan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain memimpin Pondok Pesantren Al-Badar DDI Parepare, Beliau juga memimpin Pondok Pesantren Lil-Banat Parepare serta masih aktif sebagai Rais Majelis A’la PB-DDI dan Mustasyar PBNU.

Sejak meninggalnya Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Badar Parepare Prof. Dr. KH. Abd. Muiz Kabry pertengahan tahun 2013 lalu, kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Badar Parepare dilanjutkan oleh putra beliau Nasrulhaq Muiz Kabry.

Terlahir sebagai putra kelima, Nasrulhaq Muiz mendapatkan amanat untuk melanjutkan kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Badar yang ditinggalkan oleh KH. Abd Muiz Kabry karena memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan keagamaan mulai dari Madrasah hingga Perguruan Tinggi.

Kami tidak akan banyak mengubah sesuatu yang telah dicapai selama KH. Abd Muiz Kabry memimpin pondok ini,  kami akan berusaha mengembang luaskan nilai-nilai prinsip yang telah beliau ajarkan dan tanamkan soal keikhlasan, istiqamah, tegas, dll

Prinsip itulah yang akan menyertai kami melanjutkan kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Badar Parepare.

 

Wassalam

Nasrulhaq Muiz Kabry

Facebook Comments