Home / Kumpulan Doa dan Kisah / Kisah Nabi Adam dan Hawa Keluar Dari Surga Karena Bujukan Iblis

Kisah Nabi Adam dan Hawa Keluar Dari Surga Karena Bujukan Iblis

Kisah Nabi Adam dan Hawa Keluar Dari Surga Karena Bujukan Iblis

Adam dan Hawa

Ketika Nabi Adam dan Hawa hidup dan tinggal di dalam surga yang penuh kenikamatan dan kelezatan dari Allah SWT, maka timbullah rasa hasud, iri dan dengki pada hati iblis, sehingga berusaha sekeras-kerasnya untuk bias melepaskan segala kenikmatan dan kelezatan yang dirasakan oleh Nabi Adam dan istrinya, di dalam syurga. Sehingga iblis dengan berdaya upaya agar bisa berjumpa dengan Adam dan Hawa di dalam syurga, maka pada akhirnya iblis dapat lolos menyelinap  masuk ke dalam syurga dan mencari Adam beserta istrinya. Tatkala iblis berhadapan dengan Adam dan Hawadi dalam syurga, maka iblis merayu dan membujuknya dengan kata-kata yang manis, halus dan sopan, bahkan ia tidak segan-segan memberikan nasehat dengan berani mengambil sumpah dengan menyebut nama Allah SWT, yang isinya: “saya (iblis) adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua”. Dengan bujuk rayu yang halus lagi sopan, akhirnya dapat memikat hati Nabi Adam dan Hawa sehingga keduanya berani melanggar larangan Allah yaitu makan buah pohon khuldi.

Ketika Adam dan Hawa memakan buah pohon Khuldi lalu iblis tertawa terbahak-bahak (senang) karena rayuan dan bujukannya telah dapat membujuk hati nabi Adam dan istrinya (Hawa), sehingga keduanya mau memakan buah yang telah dilarang oleh Tuhannya (yaitu buah pohon Khuldi).Dengan demikian Nabi Adam dan Hawa telah terperangkap oleh tipu rayuan iblis yang menjadi musuh nyata baginya.

Setelah Nabi Adam dan Hawa memakan buah pohon Khuldi lalu lepaslah pakaian dan perhiasan (dari syurga) yang dipakainya, dan seketika itu Allah SWT memarahi Nabi Adam, karena dia melanggar larang-Nya, kemudian dikeluarkannya (Adam dan Hawa) dari syurga.

Nabi Adam dan Hawa menyesal dan merasa malu kepada Allah SWT atas perbuatan dosa yang mereka lakukan kemudian langsung bertaubat minta ampun dengan mengucap doa “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat pada kami niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”. Kemudian permohonan ampun (taubat Nabi Adam dan Hawa tersebut diterima Allah dan diampuni dosa-dosanya).

Dengan demikian lepaslah kenikmatan dan kelezatan yang dimiliki Nabi Adam dan isterinya (Hawa) di dalam syurga dan berpindalah kehidupannya di alam bumi  (dunia) bersama-sama anak cucu keturunannya dengan batas sampai hari kiamat.

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (٣٦)فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (٣٧)

lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari Keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan. “kemudian Adam menerima beberapa kalimatdari Tuhannya, Maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: “turunlah kamu dari syurga itu. Kemudian jika datang petunjukku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjukku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. Adapun orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka, mereka kekal didalamnya. (Q.S. Al-Baqoroh: 36-37)

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ (٢٠)وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ (٢١)فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ (٢٢)قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٢٣)قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ (٢٤)قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ (٢٥)

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. dan Dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah Termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” keduanya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (Q.S. Al-A’rof: 20-25)

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لا يَبْلَى (١٢٠)فَأَكَلا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى (١٢١)ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى (١٢٢)قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى (١٢٣)وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (١٢٤)قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (١٢٥)قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (١٢٦)وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (١٢٧)

kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi[948] dan kerajaan yang tidak akan binasa?” Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. kemudian Tuhannya memilihnya Maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu Barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. dan Demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. dan Sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (Q.S. Thoha: 120-127)

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter @ponpesalbadar

====

 

Facebook Comments
x

Check Also

Raja Fir’aun Dan Bala Tentaranya Tenggelam Di Laut Merah

Raja Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa beserta pengikutnya sampai di perbatasan (pantai) laut ...