Home / Ulumuddin / Fiqh / Syakhsiyah / Perbedaan Hadits Qudsi dengan Hadits Nabawi dan Al-Quran

Perbedaan Hadits Qudsi dengan Hadits Nabawi dan Al-Quran

Perbedaan Hadits Qudsi dengan Hadits Nabawi dan Al-Qur’an

Pengertian Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi

hadits qudsi

Seringkali kita mendengar kyai kita dalam tausiahnya menukil penjelasan dari hadits qudsi, lalu bagaimana membedakannya dengan hadits nabawi ?. Hadits Qudsi dan Hadits Nabawi di tinjau dari segi sumbernya terbagi menjadi dua macam yaitu :

Hadits Qudsi (Hadits Robbaanii), adalah firman Allah yang di sampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian Rasulullah menerangkannya dengan radaksi (susunan kata) nya sendiri. Dengan demikian makna hadits qudsi tersebut berasal dari Allah Swt, Sedangkan lafalnya dari Rasulullah Muhammad Saw.

Hadits Nabawi (hadits nabi), adalah hadits yang makna dan lafalnya berasal dari Nabi Muhammad Rasulullah Saw.

Cara Periwayatannya

Seseorang yang meriwayatkannya dengan cara meriwayatkan dari Rasulullah dengan kemudian menyandarkan hadits qudsi tersebut kepada Allah, adapun salah satu contoh pola periwayatannya adalah sebagai berikut :

Rasulullah SAW mengatakan : Allah Ta`ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta`ala.` Contoh: `Dari Abu Hurairah Ra, bahwa Rasulullah SAW berkata : ` Allah ta`ala berfriman : Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku.bila menyebut-KU didalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya didalam diri-Ku. Dan bila ia menyebut-KU dikalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya didalam kalangan orang banyak lebih dari itu….

Perbedaan hadits qudsi dan ayat Al-qur’an

Lafal dan makna Al-qur’an berasal dari Allah Swt, sebaliknya hadits qudsi hanya maknanya saja yang berasal dari Allah Swt, sedangkan redaksinya (susunan katanya) dari rasulullah Saw.

  1. Periwayatan Al-Qur’an tidak boleh dengan maknanya saja, sebaliknya hadits qudsi boleh diriwayatkan hanya dengan maknanya.
  2. Al-Qur’an (terutama surat Al-Fatihah) harus dibaca sewaktu sholat,  sebaliknya hadits qudsi tidak boleh dibaca dalam shalat.
  3. Membaca Al-Qur’an terhitung ibadah, sebaliknya membaca hadits qudsi tidak termasuk ibadah

Demikian sekilas artikel ini, semoga memberi pemahaman dan bermanfaat bagi kita semua. Wallahu A’lam

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments
x

Check Also

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian Operasi Mengganti Kelamin Operasi ganti kelamin adalah suatu tindakan atau operasi merekonstruksi kembali, dimana ...