Home / Kumpulan Doa dan Kisah / Sidratul Muntaha, Tempat Agung

Sidratul Muntaha, Tempat Agung

Sidratul Muntaha, Tempat Agung

Sidratul Muntaha (سدرة المنتهى‎ ) adalah sebuah tempat yang terdapat sebuah pohon penghujung pengetahuan setiap mahluk.

sidratul muntaha

Dalam beberapa penafsiran yang tertuang dalam beberapa kitab tafsir, sidratul muntaha dimaknai sebagai sebuah pohon nabq ( bidara ) yang terletak disisi kanan Arsy dan tidak dapat dilewati oleh seorangpun tidak terkecuali malaikat kecuali atas izin Allah SWT.

Kemuliaan terkhusus kepada Rasulullah SAW ketika mengunjungi sidratul muntaha dalam rangkaian Isra’ Mi’raj beliau. Sidratul muntaha termaktub dalam Al-Qur’an surah An-Najm ayat 16 :

إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (١٦)

Artinya : (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

Ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa Allah SWT mengaitkan antara as-sidrah dan jannah al-ma’wa  yang hanya ditempati para malaikat, arwah syuhada, orang orang yang bertakwa, sebagaimana hal ini merujuk pada tafsir Al-Jalalain.

Sidratul Muntaha dan Pertemuan Rasulullah SAW

Ada beberapa pendapat mengenai kebertemuan Rasulullah SAW dengan Allah SWT di sidratul muntaha, yaitu :

Imam At-Thabari berpendapat Rasulullah melihat malaikat Jibril AS dalam rupa dan wujud asli untuk kali kedua ditempat tersebut.

Abdullah Ibn Abbas dan Ikrimah berpendapat bahwa Allah SWT memuliakan Nabi Ibrahim sebagai Khalilullah ( kekasih Allah ), memuliakan Nabi Musa As sebagai Kalimullah ( orang yang dapat berbicara dengan Allah SWT), dan memuliakan Rasulullah SAW sebagai orang yang dapat melihat Allah SWT.

Aisyah sendiri menyangkal dan mengatakan bahwa orang yang mengatakan bahwa Rasulullah melihat Allah di sidratul muntaha berarti telah membuat kebohongan yang besar terhadap Allah SWT, sebab Allah sendiri berfirman :

لا تُدْرِكُهُ الأبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الأبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ (١٠٣)

Artinya : Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah yang Maha Halus lagi Maha mengetahui.

Imam AthThabari menegaskan ayat ayat yang ada dalam Al-Qur’an tidak merujuk konteks Rasulullah bertemu dengan Allah, melainkan konteks pertemuan dengan Jibril, seperti pada ayat :

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (٥)

Artinya : yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (QS An-Najm 5)

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى (١٣)

Artinya ; dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (QS An-Najm 13)

Dari kedua ayat diatas, seluruh kata penunjuk ( dhamir ) menunjukkan bahwa yang terlihat di sana adalah Malaikat Jibril As.

Imam An-Nasafi dalam tafsirnya menuturkan bahwa jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa sidratul muntaha adalah pohon nabq yang terdapat dilangit ketujuh dan terletak disisi kanan ‘Arsy,  menjadi terminal / batas ( muntaha ) karena berada dipenghujung surga, tak ada mahlukpun yang berani mendekatinya bahkan malaikat muqarribun sekalipun. Dikatakan pula bahwa sidratul muntaha adalah terminal akhir pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Malaikat Jibril. Wallahu A’lam

====

Silahkan like Facebook Fan Page ponpesalbadar atau follow twitter ponpesalbadar

Silahkan menyebarluaskan dengan menuliskan link sumber

====

Facebook Comments
x

Check Also

Raja Fir’aun Dan Bala Tentaranya Tenggelam Di Laut Merah

Raja Fir’aun dan bala tentaranya mengejar Nabi Musa beserta pengikutnya sampai di perbatasan (pantai) laut ...