Home / Ulumuddin / Tafsir / Syarat dan Etika Menjadi Ahli Tafsir ( Mufassir )

Syarat dan Etika Menjadi Ahli Tafsir ( Mufassir )

Syarat dan Etika Menjadi Ahli Tafsir ( Mufassir )

ahli tafsir

Ahli Tafsir atau yang lebih dikenal sebagai mufassir memegang peranan penting dalam menerjemahkan dan menafsirkan teks – teks yang terkandung dalam Al-Qur’an sehingga kita mendapatkan penjelasan yang utuh, disebabkan keterbatasan berbagai aspek.

Tidak sedikit usaha yang dilakukan orang orang yang berusaha menafsirkan namun tidak disertai kemampuan ilmu yang memadai sehingga menjauhkan diri kita terhadap Al-Qur’an.  Namun tetap saja muncul pertanyaan mengapa para ulama kita membuat syarat menjadi ahli tafsir, atau dengan kata lain syarat ketika akan menafsirkan Al-Qur’an, bukankah merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk membaca Al-Qur’an? Benar adanya hal tersebut, akan tetapi ibarat ilmu pengobatan, semua orang berhak untuk mempelajarinya, namun tidak semua berwenang dan berhak memeriksa kesehatan dan merawat manusia, kecuali belajar dan pandai dalam hal pengobatan.

Syarat Ahli Tafsir

Beberapa syarat menjadi ahli tafsir ( mufassir )antara lain :

  1. Memiliki akidah yang bersih
  2. Tidak mengikuti hawa nafsu
  3. Ahli tafsir ( Mufassir ) memahami ushul at-tafsir
  4. Cerdas dalam ilmu riwayat dan dirayah hadits
  5. Mufassir memahami ushuluddin
  6. Ahli tafsir ( Mufassir ) mengerti ushul fiqh
  7. Menguasai bahasa arab dan ilmunya

Para ulama salaf senantiasa berhati-hati dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, maka dengan dengan syarat ketat tersebut diharapkan sebagai media untuk mengetahui pengertian dan kekhususan susunan kalimat serta mengetahui bentuk bentuk kemukjizatan Al-Qur’an.

Etika Ahli Tafsir ( Mufassir )

Kode etik yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. Ikhlas

Berniat hanya karena Allah dengan mengharap ridho tanpa ada harapan kemuliaan dan kehormatan

  1. Melakukan paling awal

Senantiasa melakukan terlebih dahulu jika mengajak pada kebaikan, jika melarang hendaklah paling dahulu mengetahuinya.

  1. Berakhlak mulia

Akhlak mulia yang tercermin dalam perkataan, perbuatan, serta kepribadian hidup.

Semoga tulisan mengenai Syarat dan Etika Ahli Tafsir ( Mufassir ) bermanfaat, semoga Allah senantiasa memberi rahmat dan pertolongan kepada kita semua.

====

Silahkan like Facebook Fan Page albadarparepare atau follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments
x

Check Also

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian dan Hukum Operasi Mengganti Kelamin

Pengertian Operasi Mengganti Kelamin Operasi ganti kelamin adalah suatu tindakan atau operasi merekonstruksi kembali, dimana ...