Home / Info Pesantren / Sambut Ramadhan Dengan Amaliyah Usbuiyah

Sambut Ramadhan Dengan Amaliyah Usbuiyah

Sambut Ramadhan Dengan Amaliyah Usbuiyah

amaliyah usbuiyah

Seperti tahun tahun sebelumnya, pasca penerimaan santri baru di Pondok Pesantren Al-Badar DDI Parepare  dan Pondok Pesantren Lil-Banat DDI Parepare langsung dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan amaliyah usbuiyah selama sepekan mulai tanggal 27 Juni – 4 Juli 2013  dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan.

Kegiatan amaliyah usbuiyah dibuka oleh Pimpinan Prof Dr. KH. Abd Muiz Kabry di Mesjid Nurul Badar Pondok Pesantren Al-Badar DDI Parepare. Mengawali tausiahnya, KH Muiz Kabry memesankan agar santri baru dapat senantiasa tekun mengikuti secara full time rangkaian kegiatan yang dilangsungkan. Adapun kegiatan itu sendiri meliputi pemberian pemahaman ibadah syariat yang sifatnya fardhu dan sunat sehingga semakin menambah pemahaman dan pengamalan sehari hari. Disamping itu juga dalam kegiatan amaliah usbuiyah ini santri baru ditanamkan agar memiliki akhlak yang baik melalui pengenalan akhlaq mahmudah dan mazmumah. Hal ini penting untuk membedakan antara perilaku santri dan bukan santri.

Dengan modal dasar ini, dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan kelak tertanam hingga pemuncak tahap pendidikan yang akan ditempuh santri Al-Badar. Apakah akan melanjutkan pendidikan tinggi didalam negeri maupun diluar. KH Muiz Kabry sedikit bercerita ketika pertama kali mencanangkan pengiriman santri DDI melanjutkan pendidikan ke timur tengah serta mendatangkan pengajar native dari Mesir agar kelak kembali menjadi Kyai dan membina pendidikan yang ada diberbagai pesantren DDI. Namun itu tidak terealisasi dengan baik sebab sangat sedikit santri yang dikirim kembali menjadi pengajar diberbagai pesantren DDI yang ada atau intens didunia pendidikan naungan DDI, ada juga yang gagal dan hanya memikirkan saku orang lain, padahal tujuan pengiriman santri dulunya agar sepulangnya dapat mengisi fikiran santri-santri dan warga DDI diberbagai daerah dengan ilmu yang diperoleh sewaktu menempuh pendidikan di Timur Tengah.

Hal itu pula yang membuat beberapa kurun waktu belakangan ini ada semacam moratorium secara tidak langsung pengiriman santri ke timur tengah mengingat secara geopolitik pula timur tengah saat ini cenderung menjadi pusat kekacauan dunia ketimbang menjadi pusat ilmu.

Menutup tausiahnya, KH Muiz Kabry  memesankan agar santri baru belajar dengan baik dan menduplikasi apa yang baik dari asatidz-asatidzah dan mengabaikan apa yang tidak baik dari Kyai ataupun anak Kyai, serta melakukan tabayun jika ada yang dianggap kurang baik. Karena tabayun merupakan ciri utama seorang santri  :

لا طاعة لمخلوق فى معصية الخالق

Tidak ada ketaatan bagi seseorang dalam urusan kemaksiatan terhadap Allah.

Adapun kegiatan amaliyah usbuiyah ini berlangsung hingga sepekan yang akan dimentor secara terpisah olehmasing-masing seluruh asatidz-asatidzah PP Al-Badar DDI Parepare maupun PP Lil-Banat DDI Parepare.

====

silahkan like FB Fanspage ponpesalbadar dan follow twitter ponpesalbadar

====

Facebook Comments
x

Check Also

Munaqosyah Kitab Kuning Santri

Sebagai pesantren yang tetap berupaya memelihara tradisi keilmuan pondok pesantren terutama dibidang pengetahuan kitab kuning, ...