Home / Kolom / Waktu dan Hikmah Nuzulul Quran

Waktu dan Hikmah Nuzulul Quran

Waktu dan Hikmah Nuzulul Quran

nuzulul quran

Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa yang luar biasa, sebab peristiwa ini menjelaskan bagaimana sebuah kitab suci yaitu Al-Qur’an Karim diturunkan oleh Allah SWT kepada Baginda Rasulullah SAW bertepatan dengan Malam Lailatul Qadar, Al-Qur’an sebagai salah satu mukjizat beliau yang berisi berbagai risalah dan pedoman bagi ummatnya.

Waktu Nuzulul Quran

Proses turunnya Al-Quran turun pada bulan ramadhan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah 185 :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ ….. (١٨٥)

Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Para Mufassir berbeda pendapat mengenai kata ganti atau dlamir “hu” yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (١)

Artinya :  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Dalam sebuah riwayat Ibnu Abbas ra menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan seluruhnya, beliau mengatakan :

أنزلَ القرأنُ فى ليلةِ القدرِ فى شَهرى رمضان إلى السماء الدنيا جملةً واحدةً ثم أنزل نجوماً . 

Al-qur’an diturunkan pada malam lailatul Qadar pada bulan Ramadhan ke langit dunia sekaligus, lalu ia menurunkan secara berangsur-angsur “. ( HR. At-Thabrani ).

Adapun penjelasan mengenai proses turunnya Al-Qur’an secara berangsur, merujuk pada Al-Qur’an surah Al-Isra’ 106 :

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلا (١٠٦)

Artinya : dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Pada Surah Al-Furqan 32 juga dijelaskan :

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلا (٣٢)

Artinya : berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah[1066] supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

Maksudnya: Al Quran itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar dengan cara demikian hati Nabi Muhammad s.a.w menjadi kuat dan tetap.

Hikmah Nuzulul Quran Berangsur angsur

Beberapa hikmah yang terkandung dibalik turunnya / nuzulul quran secara berangsur antara lain :

  1. Memberi kekuatan dan meneguhkan hati Rasulullah SAW dalam berdakwah ditengah cercaan kaum quraisy ketika itu.
  2. Memberi kemudahan dalam memahami dan menghafal ayat demi ayat Al-Qur’an, mengingat kondisi masyarakat pada saat itu adalah masyarakat yang ummi (buta aksara).
  3. Sebagai ta’lim bahwa mempelajari agama dengan cara bertahap dan sabar serta siap menghadapi segala cobaan.
  4. Nuzulul quran secara berangsur juga memiliki relevansi dengan peristiwa yang terjadi, sehingga semakin cepat menancap dan membenam di hati

Cara Memperingati Nuzulul Quran

Memperingati nuzulul quran adalah aktifitas yang baik, agar menjadi  alarm bagi kita terhadap suatu peristiwa besar ini, namun cara memperingatinya tidak hanya dengan proses seremoni saja, Imam Syafi’i dalam memperingati nuzulul quran dengan cara mentadabbur serta mengkhatamkan Al-Quran.

====

Silahkan like Facebook Fan Page ponpesalbadar atau follow twitter ponpesalbadar

Silahkan menyebarluaskan dengan menuliskan link sumber

====

Facebook Comments
x

Check Also

bawaslu

Tugas, Wewenang, dan Kewajiban Bawaslu

Bawaslu  merupakan singkatan Badan Pengawas Pemilihan Umum (disingkat) adalah lembaga penyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi ...